PONTIANAKMEREKAM.COM, SEOUL – Sugianto, nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, menerima penghargaan kenegaraan dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan tujuh lansia saat kebakaran hutan di Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.

Sugianto yang bekerja sebagai nelayan migran di perairan Korea Selatan awalnya hidup sederhana dan jauh dari sorotan publik. Namanya mulai dikenal setelah ia nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan warga lanjut usia yang terjebak di dalam rumah. Ia membangunkan para lansia, menggendong mereka yang tidak mampu berjalan, dan menuntun seluruh korban ke tempat aman. Ketujuh warga tersebut selamat.

Atas keberanian itu, Presiden Lee Jae-myung menganugerahkan medali dan penghargaan presiden kepada Sugianto dalam sebuah acara kenegaraan bersama 10 penerima lainnya yang dinilai berjasa di bidang olahraga, budaya, pelayanan publik, dan kemanusiaan. Pemerintah Korea Selatan juga mempertimbangkan pemberian visa jangka panjang kategori F-2 sebagai bentuk apresiasi lanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, legenda esports Lee Sang-hyeok atau Faker menerima Medali Cheongnyong, penghargaan olahraga tertinggi di Korea Selatan. Medali serupa sebelumnya diberikan kepada Son Heung-min, Kim Yuna, dan Pak Se-ri.

Presiden Korea Selatan juga menganugerahkan Medali Mongnyeon kepada sutradara Shin Woo-seok dari Dolphiners Films atas kontribusinya dalam produksi video promosi KTT APEC 2025. Sementara itu, Direktur Pusat Medis Universitas Wanita Ewha, Dr. Lee Jong-min, menerima medali kehormatan atas dedikasinya memberikan layanan medis gratis bagi perempuan migran selama 40 tahun.

Penghargaan turut diberikan kepada Kim Ui-jung, pejabat Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korea Selatan, atas perannya memajukan pembicaraan dagang Korea Selatan–Amerika Serikat melalui inisiatif MASGA.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan