Puluhan Warga Pontianak Tertahan di Jeddah Akibat Penundaan Penerbangan Umrah, Jemaah Menunggu Kepastian Pulang
PONTIANAKMEREKAM.COM, JEDAH – Sejumlah warga asal Kota Pontianak dilaporkan menjadi bagian dari ratusan jemaah umrah Indonesia yang hingga kini masih tertahan di Jeddah, Arab Saudi, akibat penundaan jadwal penerbangan kepulangan. Penundaan tersebut terjadi sejak 24 hingga 25 Desember dan menyebabkan para jemaah belum dapat kembali ke Tanah Air sesuai rencana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, jemaah yang terdampak berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Pontianak, Jakarta, Jawa Timur, hingga Solo. Salah satu penerbangan yang mengalami penundaan adalah pesawat bernomor JT 0111 dengan rute Jeddah–Jakarta.
Seorang jemaah asal Pontianak yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa ia bersama sekitar 24 warga Pontianak lainnya masih berada di Jeddah tanpa kepastian jadwal kepulangan.
“Kami sudah menunggu selama dua hari. Sampai saat ini belum ada informasi pasti kapan kami bisa kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut cukup menguras fisik dan mental para jemaah, khususnya yang berusia lanjut. Meski pihak terkait telah menyediakan fasilitas hotel dan konsumsi, lokasi penginapan yang cukup jauh dari bandara dinilai menyulitkan mobilitas.
“Hotel dan makan memang disediakan, tetapi jaraknya jauh dari bandara. Banyak jemaah lansia yang kelelahan karena harus bolak-balik,” tuturnya.
Menurutnya, sebagian jemaah sempat diarahkan kembali ke hotel sambil menunggu perkembangan informasi. Namun, karena kondisi tubuh yang sudah menurun, tidak sedikit jemaah yang memilih tetap bertahan dan menunggu di lokasi.
Situasi ini menimbulkan harapan dari para jemaah agar pihak terkait dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan pendampingan yang maksimal. Ketidakpastian jadwal kepulangan disebut menjadi beban tambahan setelah menjalani rangkaian ibadah umrah.
“Harapan kami sebenarnya sederhana, ada kepastian dan pendampingan yang jelas. Banyak jemaah yang sudah sangat lelah dan ingin segera pulang,” tambahnya.
Di tengah kondisi tersebut, para jemaah tetap berusaha menjaga ketenangan dan saling menguatkan satu sama lain sambil menunggu proses pemulangan dapat segera terealisasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri mengingat sebagian besar jemaah merupakan lanjut usia yang membutuhkan penanganan khusus. Koordinasi yang baik serta keterbukaan informasi dinilai penting agar jemaah merasa aman dan terlayani dengan layak.
Hingga berita ini diterbitkan, para jemaah masih menantikan kepastian jadwal penerbangan kembali ke Indonesia. Warga Pontianak yang terdampak berharap dapat segera pulang ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.
Sementara itu, hingga saat ini pihak Lion Air Group belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penundaan penerbangan tersebut.
