SMPN 8 Pontianak Padukan Teknologi dan Penghijauan, Setiap Pohon Punya QR Code
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – SMP Negeri 8 Pontianak meluncurkan Program Digulis Ceria (Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School) sebagai langkah mewujudkan sekolah hijau berbasis digital sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan kepada peserta didik sejak dini. Program tersebut memadukan penghijauan sekolah dengan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi inisiatif SMPN 8 Pontianak yang dinilai menjadi pelopor penghijauan sekolah melalui penanaman berbagai jenis pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, gerakan penghijauan perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah dan rumah tangga.
Yamin menilai keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan nyaman. Ia berharap langkah yang dilakukan SMPN 8 Pontianak dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mendukung terwujudnya Kota Pontianak yang lebih hijau dan bersih.
Selain itu, Pemerintah Kota Pontianak juga menyatakan siap mendukung program penghijauan yang dijalankan sekolah. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui perangkat daerah terkait untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 8 Pontianak, Suparji, menjelaskan Program Digulis Ceria berfokus pada digitalisasi lingkungan hijau melalui penataan kawasan sekolah dan pembelajaran luar kelas. Program ini dirancang untuk membangun karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan serta memahami pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
Melalui program tersebut, siswa diajak mengenal penghijauan secara langsung mulai dari penanaman pohon hingga pengembangan tanaman yang dapat mendukung ketahanan pangan. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta didik lebih dekat dengan alam sekaligus memahami manfaat lingkungan hijau dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemasangan QR Code pada setiap pohon yang ditanam. Dengan memindai kode tersebut menggunakan perangkat digital, siswa maupun pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai nama tanaman, jenis, hingga asal daerahnya. Sistem ini menjadikan proses belajar lebih interaktif dan berbasis teknologi.
Suparji menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan lingkungan. Dengan konsep itu, SMPN 8 Pontianak berharap mampu menjadi contoh sekolah berkelanjutan yang memadukan edukasi lingkungan, inovasi digital, dan pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan bersama.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
