BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Kalbar, Kubu Raya, Ketapang dan Sintang Perlu Waspada

Waspada! Hujan Petir Diprakirakan Melanda Kubu Raya, Ketapang, Sintang dan Sekitarnya

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan yang disertai petir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Sabtu (6/6/2026) hingga Minggu (7/6/2026) pagi.

Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari umumnya didominasi cerah berawan. Namun memasuki sore hingga malam hari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir diperkirakan terjadi di beberapa kabupaten dan kota.

Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan petir meliputi Kabupaten Mempawah, Ketapang, Sintang, Landak, Sekadau, Kubu Raya dan Kayong Utara. Sementara daerah lainnya seperti Sambas, Bengkayang, Sanggau, Kapuas Hulu, Melawi, Kota Pontianak dan Kota Singkawang diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang pada periode yang sama.

BMKG menyebut perubahan cuaca berpotensi terjadi dengan cepat, terutama saat memasuki sore hingga malam hari. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara yang masih mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Dari data meteorologi yang dirilis, suhu udara di Kalimantan Barat diperkirakan berada pada kisaran 21 hingga 35 derajat Celsius. Kabupaten Kapuas Hulu menjadi wilayah dengan suhu maksimum tertinggi yang mencapai 35 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara juga tergolong tinggi dan mencapai 100 persen di beberapa daerah.

Selain hujan petir, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang. BMKG mencatat kecepatan angin berkisar antara 13 hingga 39 kilometer per jam, dengan wilayah Ketapang dan Kayong Utara diprediksi mengalami hembusan angin paling kuat dibanding daerah lainnya.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah dampak seperti genangan air, pohon tumbang, gangguan aktivitas transportasi hingga berkurangnya jarak pandang saat hujan deras berlangsung. Karena itu, pengguna jalan, nelayan, petani, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta lebih berhati-hati.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dan meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan