Rupiah Melemah! 1 Ringgit Tembus Rp4.500, Warga Malaysia Ramai Berbelanja dan Borong Barang di Wilayah Kalbar
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK- Pergerakan nilai tukar mata uang asing di kawasan perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) memicu fenomena ekonomi yang menarik perhatian. Lonjakan drastis dialami oleh mata uang Ringgit Malaysia (MYR) yang posisinya kian menguat tajam terhadap mata uang Rupiah (IDR).
Berdasarkan data pergerakan kurs terbaru yang tercatat pada Kamis, 4 Juni 2026, nilai tukar mata uang jiran tersebut menunjukkan angka yang mengejutkan.
Kondisi meroketnya kurs di mana 1 Ringgit tembus Rp4.500 membuat warga Malaysia ramai berbelanja secara masif di sejumlah wilayah pertokoan dan pasar tradisional yang berada di zona perbatasan Kalbar.
Bagi warga Malaysia, penguatan nilai tukar mata uang mereka menjadi momentum emas. Dengan membawa nominal Ringgit yang sama, mereka kini mendapatkan nilai tukar Rupiah yang jauh lebih banyak sehingga daya beli mereka di wilayah Indonesia meningkat drastis.
Sejak beberapa hari terakhir hingga Kamis sore, sejumlah PLBN (Pos Lintas Batas Negara) seperti Entikong, Badau, dan Aruk dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas perlintasan warga asing yang hendak menuju pusat perbelanjaan di wilayah Kalbar.
Berbagai komoditas lokal mulai dari bahan pokok, produk fesyen, kuliner, hingga kerajinan tangan menjadi incaran utama yang diborong oleh para pelancong asal Malaysia tersebut karena harganya dirasa menjadi jauh lebih murah.
Sektor pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang koridor perbatasan Kalbar langsung kecipratan berkah dari fenomena penguatan kurs Ringgit ini. Omzet penjualan pedagang lokal dilaporkan melonjak secara signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
“Sangat menguntungkan bagi mereka yang memegang Ringgit. Toko-toko di perbatasan menjadi sangat ramai sejak nilai tukar menyentuh angka Rp4.500 per Ringgit,” ungkap salah seorang pelaku usaha di kawasan perbatasan Kalbar, Kamis (4/6/2026).
Kendati menguntungkan bagi geliat dagang di perbatasan, fluktuasi kurs yang tajam ini tetap menjadi perhatian serius bagi para pengamat ekonomi daerah terkait stabilitas harga barang baku jangka panjang.
Pihak berwenang setempat pun terus memantau aktivitas transaksi di wilayah perbatasan ini untuk memastikan seluruh proses perdagangan dan penukaran mata uang tetap berjalan tertib sesuai regulasi perbankan yang berlaku di Indonesia.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
