BMKG: Sebagian Besar Wilayah Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan, Warga Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

BMKG: Sebagian Besar Wilayah Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode Minggu (31/5/2026) hingga Senin (1/6/2026) pagi.

Meski pada pagi hari cuaca di sejumlah daerah diperkirakan cenderung cerah berawan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari.

Berdasarkan data prakiraan cuaca BMKG, hujan diprediksi terjadi di berbagai wilayah seperti Kabupaten Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Landak, Sekadau, Melawi, Kubu Raya, Kayong Utara, hingga Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Potensi hujan umumnya terjadi pada siang, sore, hingga malam hari.

Kabupaten Kapuas Hulu menjadi daerah yang perlu mendapat perhatian lebih karena diperkirakan berpotensi mengalami hujan disertai petir sejak pagi hari sebelum berlanjut hingga malam. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.

Selain Kapuas Hulu, sejumlah wilayah lain seperti Ketapang, Sintang, Sekadau, dan Melawi juga diprediksi mengalami curah hujan dengan intensitas lebih tinggi dibanding daerah lainnya. Potensi hujan sedang hingga lebat bahkan masih dapat terjadi pada beberapa waktu tertentu.

BMKG mencatat suhu udara di Kalimantan Barat berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang relatif tinggi, yakni mencapai 50 hingga 100 persen. Kondisi tersebut masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Kalbar.

Sementara itu, kecepatan angin diprakirakan berada pada rentang 8 hingga 26 kilometer per jam. Meski tidak tergolong ekstrem, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan hujan yang disertai petir dan angin kencang lokal.

BMKG mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi jalan licin dan jarak pandang yang menurun dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Tak hanya itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan genangan juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila hujan terjadi dalam durasi cukup lama pada sore hingga malam hari. Potensi genangan dan gangguan aktivitas masih dapat terjadi di beberapa titik yang memiliki sistem drainase terbatas.

Nelayan dan pengguna transportasi sungai maupun perairan juga diminta terus memantau perkembangan cuaca terkini sebelum beraktivitas. Perubahan cuaca yang terjadi secara cepat dapat memengaruhi keselamatan pelayaran dan aktivitas di kawasan perairan.

BMKG menegaskan bahwa kondisi atmosfer di Kalimantan Barat masih cukup dinamis sehingga peluang hujan tetap tinggi meski beberapa wilayah sempat mengalami cuaca cerah pada pagi hari.

Karena itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi cuaca resmi melalui aplikasi Info BMKG maupun kanal informasi resmi BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan masih tingginya potensi hujan di sebagian besar wilayah Kalbar, kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting guna meminimalkan risiko gangguan aktivitas maupun dampak yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca yang cepat.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan