Camat Sungai Ambawang Hadiri Ritual Adat Naik Dango, Wujud Syukur atas Hasil Panen
PONTIANAK MEREKAM.COM, PONTIANAK – Ritual adat Naik Dango kembali digelar oleh masyarakat Dayak Kanayatn di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan budaya yang sarat makna tersebut turut dihadiri Camat Sungai Ambawang sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi masyarakat adat di daerah itu.
Naik Dango merupakan tradisi tahunan yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh masyarakat. Tradisi ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga nilai budaya, adat istiadat, serta identitas masyarakat Dayak Kanayatn yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai prosesi adat digelar dengan melibatkan tokoh adat, masyarakat, hingga generasi muda. Suasana sakral dan penuh kebersamaan terlihat selama pelaksanaan ritual yang menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Camat Sungai Ambawang menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang terus menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Menurutnya, ritual Naik Dango bukan hanya kegiatan seremonial budaya, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat identitas budaya lokal.
“Tradisi ini harus terus dilestarikan karena menjadi bagian penting dari warisan budaya yang dimiliki masyarakat Dayak Kanayatn,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.
Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil pertanian, Naik Dango juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat dari berbagai wilayah untuk mempererat tali persaudaraan.
Dalam budaya Dayak Kanayatn, hasil panen tidak hanya dipandang sebagai pencapaian ekonomi, tetapi juga sebagai berkah yang perlu disyukuri melalui prosesi adat yang penuh makna.
Karena itu, pelaksanaan Naik Dango selalu mendapat perhatian besar dari masyarakat setempat dan menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti setiap tahunnya.
Tak hanya menampilkan ritual adat, kegiatan tersebut juga diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Dayak di Kalimantan Barat.
Beragam tarian tradisional, musik daerah, hingga atraksi budaya turut ditampilkan untuk memeriahkan acara.
Kehadiran unsur pemerintah dalam kegiatan adat tersebut dinilai penting sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa.
Pemerintah daerah juga terus mendorong agar kegiatan budaya seperti Naik Dango dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan tradisi masyarakat Dayak kepada masyarakat luas.
Selain menjaga nilai budaya, kegiatan semacam ini dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat melalui kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha lokal.
Di tengah arus modernisasi, masyarakat Dayak Kanayatn di Sungai Ambawang terus berupaya mempertahankan tradisi leluhur agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Melalui ritual Naik Dango, nilai kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan terhadap alam terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya yang harus dijaga.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat dan mampu hidup berdampingan dengan perkembangan modern saat ini.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
