Kata Prabowo soal RI Bisa Stop Impor BBM, Target 2-3 Tahun ke Depan

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor BBM dalam beberapa tahun ke depan. ilustrasi

PONTIANAKMEREKAM.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membuka peluang besar bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Ia menyebut, dalam waktu beberapa tahun ke depan, Indonesia berpotensi tidak lagi mengimpor BBM dari luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sebuah kesempatan resmi, di mana ia menegaskan pentingnya kemandirian energi sebagai salah satu kunci utama ketahanan nasional.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai langkah strategis untuk mencapai target tersebut. Salah satunya melalui percepatan program elektrifikasi serta pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri.

Prabowo bahkan menyampaikan target ambisius bahwa Indonesia bisa menghentikan impor BBM dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga tahun ke depan.

“Mungkin kita dua-tiga tahun lagi tidak perlu impor BBM sama sekali,” ujarnya.

Ia menilai, Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan hal tersebut. Sumber daya alam yang melimpah seperti kelapa sawit, singkong, hingga jagung dinilai dapat diolah menjadi energi alternatif pengganti BBM.

Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bahan bakar ramah lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah yang bisa diolah menjadi avtur.

“Kebutuhan BBM kita nantinya bukan dari impor lagi, tapi dari sumber daya kita sendiri,” kata Prabowo dalam kesempatan lain.

Selain fokus pada energi alternatif, pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas listrik nasional secara signifikan. Program elektrifikasi besar-besaran menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Langkah lain yang disiapkan adalah pengurangan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang dinilai tidak efisien. Dengan menutup sejumlah PLTD, pemerintah menargetkan penghematan konsumsi energi dalam jumlah besar setiap harinya.

Prabowo menegaskan, upaya menuju kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan strategi nyata yang sedang dijalankan secara bertahap. Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor industri, untuk mendukung penggunaan energi dalam negeri.

Di tengah dinamika global yang tidak menentu, kemandirian energi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ketergantungan terhadap impor BBM selama ini kerap membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga minyak dunia.

Dengan berbagai langkah yang tengah dilakukan, pemerintah optimistis Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara yang mandiri di sektor energi.

Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak hanya mengurangi beban impor, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara dengan ketahanan energi yang lebih kokoh di masa depan.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan