PONTIANAKMEREKAM.COM, KETAPANG – Kabar baik datang dari sektor transportasi udara di Kalimantan Barat. Bandara Rahadi Usman di Kabupaten Ketapang dikabarkan akan segera beroperasi penuh setelah proses pembangunan dan peningkatan fasilitas hampir rampung.

Pengembangan bandara ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya di kawasan selatan Kalbar yang selama ini masih bergantung pada jalur darat dengan waktu tempuh cukup panjang.

Dengan hadirnya fasilitas baru, bandara ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih optimal bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi kenyamanan penumpang, tetapi juga dari segi kapasitas penerbangan yang akan semakin meningkat.

Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menilai, keberadaan Bandara Rahadi Usman akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Akses transportasi udara yang lebih baik diyakini mampu mempercepat mobilitas orang dan barang.

Selain itu, pengembangan bandara juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata dan investasi. Ketapang yang memiliki potensi sumber daya alam dan destinasi wisata unggulan dinilai akan semakin mudah dijangkau oleh wisatawan maupun investor.

Upaya peningkatan fasilitas bandara ini juga sejalan dengan rencana penambahan rute penerbangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya telah menyatakan dukungan terhadap pengembangan rute baru guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Penambahan rute ini tidak hanya akan memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan pada Bandara Supadio Pontianak sebagai pusat penerbangan utama di Kalbar.

Dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan, masyarakat di wilayah Ketapang dan sekitarnya diharapkan dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.

Di sisi lain, pembangunan terminal baru dan peningkatan fasilitas bandara juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman dan nyaman. Proyek ini bahkan ditargetkan rampung sebelum momentum arus mudik Lebaran 2026 agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas bandara juga diharapkan mampu mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dengan berbagai pengembangan tersebut, Bandara Rahadi Usman diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting transportasi udara di Kalimantan Barat. Perannya tidak hanya sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, masyarakat Ketapang tak lama lagi akan menikmati layanan transportasi udara yang lebih modern, cepat, dan efisien.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan