300 Km Jalan di Kalbar Rusak Parah, PUPR: Jangan Saling Menyalahkan!

Kadis PUPR Provinsi Kalbar. ( foto : istimewa )

PONTIANAKMEREKAM.COM,PONTIANAK – Kondisi jalan di Kalimantan Barat masih jauh dari kata ideal. Data terbaru dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalbar mengungkap, sekitar 300 kilometer jalan provinsi berada dalam kondisi rusak dan belum mantap.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 31 persen dari total panjang jalan provinsi yang mencapai lebih dari 1.500 kilometer. Angka ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat hingga distribusi logistik di berbagai daerah.

Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan bahwa persoalan jalan rusak tidak bisa diselesaikan dengan saling menyalahkan. Ia justru mendorong semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Menurutnya, kerusakan jalan banyak terjadi di wilayah dengan aktivitas kendaraan berat yang tinggi, seperti kawasan perkebunan dan pertambangan. Beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan yang terjadi secara cepat.

Selain itu, luasnya wilayah Kalimantan Barat juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan pembangunan infrastruktur. Tidak hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga waktu yang panjang untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Dalam kondisi tersebut, PUPR Kalbar membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah tersebut. Keterlibatan sektor perkebunan dan pertambangan dinilai penting karena aktivitas mereka turut menggunakan jalan provinsi dalam operasional sehari-hari.

Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan perbaikan jalan bisa dilakukan lebih cepat dan merata, tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah yang terbatas.

Di sisi lain, keberadaan jalan yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik akan memperlancar arus barang dan jasa, sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat.

Pemerintah daerah pun terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran. Namun, tanpa dukungan dari berbagai pihak, upaya tersebut dinilai belum cukup untuk mengatasi kerusakan yang cukup luas.

Selain pemerintah dan pelaku usaha, masyarakat juga diimbau ikut berperan dalam menjaga kondisi jalan. Penggunaan jalan sesuai kapasitas serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dinilai dapat membantu memperpanjang عمر infrastruktur yang ada.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, PUPR Kalbar optimistis kondisi jalan provinsi yang saat ini rusak bisa berangsur membaik. Harapannya, akses transportasi di Kalimantan Barat semakin lancar dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah.

Penulis: Nv

Editor: Chairul

Iklan