Petaka di Turunan Penyeladi! Bus Damri Sintang-Pontianak Terbalik: 1 Penumpang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka

kecelakaan bus Damri di Desa Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

PONTIANAKMEREKAM.COM, SANGGAU – Tragedi maut menimpa bus DAMRI rute Sintang-Pontianak di ruas jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Turunan Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Insiden kecelakaan tunggal yang terjadi pada Minggu (5/4) siang tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia dan 20 lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bus Damri Sintang Pontianak terbalik ini mendadak mencekam saat armada dengan nomor kode 5249 tersebut kehilangan kendali di jalur yang dikenal ekstrem. Video evakuasi para korban yang terjepit di dalam bus pun viral di media sosial, memperlihatkan perjuangan warga membantu petugas kepolisian di lokasi.

Kronologi Mengerikan di Turunan Penyeladi

Kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan oleh sopir berinisial SI melaju dari arah Sintang menuju Pontianak. Saat memasuki kawasan Turunan Penyeladi yang memiliki kontur jalan menurun tajam disertai tikungan, bus diduga mengalami kendala teknis pada sistem pengereman.

Situasi menjadi tak terkendali ketika bus mulai oleng ke arah kiri. Sopir sempat berupaya membanting setir ke kanan untuk menghindari jurang, namun beban kendaraan yang berat membuatnya terhempas dan terbalik ke sisi kanan jalan dengan posisi melintang.

Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, mengonfirmasi detail kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Benar, laka lantas tunggal bus Damri di Penyeladi. Korban meninggal dunia satu orang, sementara 20 penumpang lainnya mengalami luka-luka,” ujar Iptu Andiet saat memberikan keterangan resmi kepada media.

Dugaan Rem Blong Jadi Pemicu Utama

Dari hasil penyelidikan sementara di lapangan, pihak kepolisian menduga kuat bahwa penyebab utama bus Damri Sintang Pontianak terbalik adalah akibat rem blong. Sopir bus disinyalir tidak mampu mengurangi kecepatan saat melintasi medan jalan yang menurun curam.

“Dugaan awal adalah kegagalan sistem rem atau rem blong. Namun, kami masih mendalami keterangan dari sopir dan saksi-saksi untuk memastikan penyebab pastinya,” tambah Andiet.

Dari total 21 korban, satu penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras. Sementara itu, 20 penumpang lainnya yang mengalami luka berat dan ringan langsung dilarikan ke RSUD M.Th Djaman Sanggau untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Evakuasi Bangkai Bus dan Penanganan Lanjutan

Proses evakuasi bangkai bus memakan waktu beberapa jam karena posisinya yang menutupi sebagian badan jalan utama, sehingga arus lalu lintas Sintang-Pontianak sempat mengalami kemacetan panjang. Petugas menggunakan alat berat untuk menggeser bodi bus yang ringsek ke bahu jalan agar lalu lintas kembali normal.

Pihak manajemen DAMRI Cabang Pontianak telah menyatakan duka cita yang mendalam atas insiden ini dan berjanji akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pengobatan korban serta santunan bagi keluarga korban meninggal dunia melalui Jasa Raharja.

Hingga berita ini diturunkan, sopir bus masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian guna dimintai keterangan lebih lanjut. Pengendara yang melintasi jalur Penyeladi diimbau untuk selalu waspada dan memastikan kelaikan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh melintasi jalur Trans Kalimantan.

Penulis: fz

Editor: Chairul

Iklan