Bus Damri Sintang-Pontianak Terbalik di Turunan Penyeladi Sanggau: 1 Tewas, Puluhan Luka-luka

kecelakaan bus Damri di Desa Penyeladi, Kabupaten Sanggau, Minggu (5/4/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

PONTIANAKMEREKAM.COM, SANGGAU – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan Trans Kalimantan, tepatnya di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sebuah bus Damri rute Sintang–Pontianak mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik di kawasan turunan Penyeladi, Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, pada Minggu (5/4/2026) siang.

Insiden bus Damri Sintang Pontianak terbalik ini merenggut nyawa seorang penumpang. Berdasarkan data terkini, selain satu korban jiwa, tercatat ada 10 penumpang yang mengalami luka berat dan 10 lainnya luka ringan dari total sekitar 29 hingga 31 orang di dalam armada tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.50 WIB. Menurut saksi mata di lokasi, bus dengan kode armada 5249 tersebut tengah melintasi turunan curam yang disertai tikungan tajam ke arah kanan. Diduga kuat, sistem pengereman bus tidak berfungsi dengan baik saat berada di jalur menurun tersebut.

Bus sempat terlihat oleng ke arah kiri sebelum sopir berinisial SI berupaya membanting setir ke kanan untuk menghindari jurang yang lebih dalam. Namun, besarnya momentum membuat kendaraan hilang kendali hingga akhirnya terguling dengan sisi kanan menghadap ke atas.

Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Andiet Tri Hatmojo, mengonfirmasi bahwa tim kepolisian segera menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan warga untuk melakukan evakuasi korban.

“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal bus Damri di Penyeladi. Akibat kejadian ini, satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia (MD),” ungkap Iptu Andiet dalam keterangan resminya, Senin (6/4).

Dari hasil penyelidikan sementara dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian menduga adanya kendala teknis pada kendaraan. Sang sopir, SI, diketahui sempat menyadari adanya masalah pada rem sebelum kecelakaan terjadi, namun medan jalan yang menurun tajam membuat situasi sulit dikendalikan.

“Dugaan sementara adalah rem tidak berfungsi maksimal atau blong saat bus melintasi jalan menurun dan tikungan. Kami masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan penyebab pastinya,” tambah Andiet.

Kondisi bus pasca-kejadian mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian kaca dan bodi samping yang penyok akibat hantaman keras ke aspal dan bahu jalan. Sejumlah warga sekitar dan pengendara yang melintas pun bahu-membahu membantu evakuasi para korban yang terjepit di dalam bus.

Pihak manajemen Perum DAMRI Cabang Pontianak melalui General Manager-nya telah menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini. Mereka memastikan bahwa seluruh penumpang yang selamat telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, termasuk rumah sakit di Sanggau.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan perawatan maksimal bagi seluruh penumpang. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja terkait santunan bagi para korban,” jelas pihak manajemen dalam pernyataan tertulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, bangkai bus sudah berhasil dievakuasi untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan Puncak Kapuas yang sempat tersendat. Warga diimbau untuk selalu berhati-hati saat melintasi jalur Penyeladi yang dikenal memiliki kontur ekstrem, terutama saat kondisi hujan atau membawa beban berat.

Penulis: SB

Editor: Chairul

Iklan