Mulai 1 April, Dermaga Feri Bardan–Siantan Pontianak Ditutup Sementara
PONTIANAKMEREKAM.COM, PONTIANAK – Kabar penting datang bagi warga Kota Pontianak. Dermaga penyeberangan feri Bardan–Siantan resmi ditutup sementara mulai 1 April 2026. Penutupan ini dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan kondisi dermaga sudah tidak lagi memenuhi standar keselamatan.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah bagian dermaga mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Bahkan, pada beberapa titik terlihat lubang di area sandaran yang berpotensi membahayakan pengguna jasa penyeberangan. Kondisi ini membuat aktivitas di dermaga dinilai berisiko jika tetap dioperasikan tanpa perbaikan.
Dinas Perhubungan Kota Pontianak menyampaikan bahwa penutupan ini merupakan langkah preventif untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecelakaan. Keputusan tersebut diambil demi menjamin keselamatan masyarakat yang selama ini menggunakan layanan feri sebagai akses transportasi antar wilayah.
Dermaga Bardan–Siantan sendiri diketahui telah beroperasi sejak tahun 2004. Dengan usia lebih dari dua dekade, kondisi konstruksi dermaga mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Faktor usia serta beban penggunaan yang tinggi menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan pada struktur dermaga.
Kajian teknis juga menunjukkan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga pada bagian penting seperti pondasi dan struktur penahan. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi mengganggu stabilitas dermaga, terutama saat digunakan untuk aktivitas bongkar muat kendaraan dan penumpang.
Selain itu, bagian jembatan penghubung antara kapal dan dermaga atau movable bridge juga dilaporkan mengalami korosi parah. Kerusakan ini semakin memperkuat alasan penutupan karena dinilai tidak lagi layak untuk dilalui, terutama oleh kendaraan dengan beban berat.
Sebelumnya, layanan feri ini sempat kembali dioperasikan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di Jembatan Kapuas I dan Jembatan Kapuas II, terutama menjelang periode Ramadan dan Idulfitri. Namun, kondisi terkini memaksa operasional dihentikan demi keselamatan pengguna.
Selama masa penutupan berlangsung, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang tersedia. Pemerintah juga berencana melakukan perbaikan pada dermaga agar dapat kembali beroperasi secara aman di masa mendatang.
Penutupan dermaga ini diperkirakan akan berdampak pada mobilitas warga, terutama yang biasa menggunakan jalur penyeberangan tersebut. Meski demikian, langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih besar akibat kerusakan infrastruktur yang sudah cukup parah.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
