Nekat Salip di Tikungan, Pelajar 18 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Jalan Adisucipto
PONTIANAKMEREKAM.COM, KUBU RAYA – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan Simpang Empat Brimob, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Seorang pelajar berusia 18 tahun meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat tabrakan dengan mobil boks pada Rabu (11/3/2026).
Korban diketahui bernama Antonius Aristo (18). Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi KB 5540 DAA. Insiden bermula ketika kendaraan yang dikendarai korban melaju di Jalan Adisucipto dari arah belakang sebuah mobil boks yang berada di depannya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil boks bernomor polisi KB 8935 HF yang dikemudikan Yan Fadli Murdiansyah (39) saat itu melintas dari arah Jalan Adisucipto menuju Simpang Empat Brimob. Ketika sampai di lokasi kejadian, mobil tersebut hendak berbelok ke kiri menuju arah Kodam XII/Tanjungpura.
Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai korban datang dari arah belakang. Diduga korban mencoba mendahului kendaraan dari sisi kiri tepat di area tikungan. Namun manuver tersebut berujung fatal.
Diduga karena jarak yang terlalu dekat dan kondisi jalan yang menikung, sepeda motor korban kehilangan kendali. Motor yang dikendarainya kemudian terjatuh dan masuk ke arah ban belakang sebelah kiri mobil boks yang sedang berbelok.
Akibat kejadian tersebut, korban terseret dan mengalami luka berat. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kartika Husada untuk mendapatkan penanganan medis. Namun sayangnya nyawa pelajar tersebut tidak dapat diselamatkan akibat luka serius yang dialaminya.
Kasatlantas Polres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu kesalahan pengendara sepeda motor saat melakukan manuver mendahului kendaraan di tikungan.
Menurutnya, upaya menyalip di area tikungan sangat berisiko karena jarak pandang pengendara terbatas. Kondisi tersebut dapat membuat pengendara sulit memperkirakan posisi kendaraan lain maupun jarak aman di jalan.
Polisi juga menemukan sejumlah bekas kecelakaan di lokasi kejadian yang menguatkan dugaan bahwa sepeda motor korban kehilangan kendali saat mencoba menyalip.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintas di tikungan maupun persimpangan jalan. Pengendara diingatkan untuk tidak memaksakan diri mendahului kendaraan jika kondisi jalan tidak memungkinkan.
Keselamatan berkendara di jalan raya, kata dia, harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan. Dengan mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga jarak aman, risiko kecelakaan fatal dapat diminimalkan.
Penulis: Nv
Editor: Chairul
